Cara Ampuh Mengatasi Rumah Lembab Saat Musim Hujan

Saat musim hujan, pemilik rumah khawatir dengan udara lembab, tembok basah yang lembab, dan jamur yang tumbuh pada perabotan rumah. Tetapi Anda tidak perlu khawatir, karena Strategis.id punya solusinya!

Baca juga: Cara Menjaga Kebersihan Rumah yang Anti Ribet

Musim hujan memang menjadi musim yang ditunggu-tunggu oleh kebanyakan orang, karena membuat udara lebih segar khususnya di cuaca yang sangat panas sekarang. Namun, musim hujan tidak selalu menguntungkan kita semua, apalagi hujan deras berkelanjutan dapat menyebabkan tembok dan isi rumah menjadi lembab dan berjamur. Rumah yang lembab dan berjamur dapat mengganggu kenyamanan kita semua dan menimbulkan berbagai masalah lainnya, seperti:

 

Apa saja dampak dari rumah lembab yang kena air hujan?

1. Jamur dan lumut pada dinding dan furnitur

Kelembapan ruangan yang tinggi dapat menyebabkan pertumbuhan jamur dan bakteri pada seisi rumah. Jika dibiarkan terlalu lama, mikroorganisme ini akan membuat tembok, plafon, dan furnitur memiliki bekas bercak air dan warna kotor. Kemudian, bakteri tersebut akan membuat bau tidak sedap di dalam ruangan.

Baca juga: Tips Membersihkan Tembok Rumah yang Lembab

2. Bau apek

Udara ruangan yang terisi dengan bau apek dapat dapat mengurangi kesegaran dan menimbulkan sesak napas di dalam rumah. Hal ini disebabkan oleh udara yang lembab dan lengket sehingga udara tidak bisa menyerap keringat dan uap air yang juga menimbulkan bau apek.

3. Risiko kesehatan, seperti alergi dan asma

Jamur atau bakteri yang mengotori udara di rumah yang lembab dapat memicu penyakit asma dan alergi. Hal ini juga akan menyebabkan gejala asma dan alergi udara semakin buruk bagi penderita penyakit tersebut. 

4. Biaya perbaikan tembok, furniture, dan plafon

Tembok lembab menimbulkan kerusakan yang tentunya menambah pengeluaran biaya perbaikan dinding dan repotnya proses perbaikan. Saat tukang memperbaiki tembok, pemilik rumah harus mengawasi proses perbaikan dan tidak bisa memakai ruangan dengan alasan keamanan dan kenyamanan.

 

Bagaimana cara mengatasi rumah lembab saat musim hujan?

1. Perbaiki kebocoran pada atap dan dinding

Kelembapan di rumah sering disebabkan oleh kebocoran pada atap dan dinding yang dibiarkan terlalu lama. Oleh karena itu, cara mengatasi dinding lembab adalah segera memperbaiki kebocoran tersebut setelah ada indikasi atap bocor. Kemudian, atap rumah yang menggunakan waterproofing untuk mencegah kebocoran yang disebabkan hujan dan matahari. Di sisi lain, Anda dapat menggunakan atap karet atau metal yang lebih tahan lama dari dampak cuaca dan tidak mudah bocor.

2. Membuat ventilasi udara atau exhaust fan

Ventilasi yang baik membantu mengalirkan udara lama keluar dan udara segar masuk ke dalam rumah.  Dengan membuat ventilasi yang baik dan cukup, udara dalam rumah menjadi lebih segar, tidak bau, dan tidak pengap. Tindakan ini juga dapat menghambat pertumbuhan jamur, bakteri, dan kuman yang dapat merusak perabotan dan menganggu kesehatan. Anda dapat menggunakan exhaust fan untuk memaksimalkan aliran udara di dalam rumah yang tidak memiliki banyak jendela.

3. Gunakan mesin dehumidifier

Dengan cuaca Indonesia yang lembab, penderita alergi atau asma sebaiknya memakai dehumidifier untuk mengatur kelembapan udara. Alat ini berfungsi untuk menyedot udara ruangan dan mengeluarkan udara yang didinginkan melalui pipa pendingin. Kemudian, pipa pendingin ini menghasilkan air dari embun yang terdapat pada pipa yang harus dibuang. Anda tidak perlu khawatir dengan harga mahal, karena dehumidifier bisa dibeli dengan harga di bawah 100 ribu.  

4. Alternatif ekonomis dengan kapur Serap

Anda cukup membeli kapur serap jika tidak memiliki asma atau alergi udara dan hanya mementingkan barang dalam rumah. Kapur serap yang mengandung kalsium klorida ini dapat menyerap kelembapan dalam jangkauan area yang kecil. Sehingga cocok ditaruh di dalam ruangan kecil, lemari, dan laci.

5. Pelihara tanaman

Tanaman hias juga dapat membantu menjaga udara dalam rumah supaya tidak terlalu lembab. Varian tanaman yang dapat menjaga udara tetap kering adalah chamomile, ivy dan rosemary. Tanaman tersebut merupakan jenis higroskopis yang dapat menyerap banyak air, termasuk kadar air di udara lembab. Tetapi, opsi ini tidak terlalu praktis karena membutuhkan perawatan, biaya, dan waktu yang tidak sedikit. Anda perlu menyiraminya dengan air yang cukup, menaruh tanaman di dekat jendela dengan paparan sinar matahari, dan sirkulasi udara yang cukup.

Tips tambahan untuk mengatasi rumah lembab 

Berikut adalah beberapa tips tambahan untuk mengatasi rumah lembab saat musim hujan:

  • Pastikan rumah Anda selalu bersih dan rapi

Ruangan yang terisi penuh dengan barang berantakan akan menghambat sirkulasi udara dan meningkatkan kelembapan ruangan. Singkirkan barang yang tidak diperlukan dan susun barang penting pada tempatnya.

  • Selalu buka jendela dan pintu pada pagi hari

Cara yang paling hemat dan praktis untuk mengurangi kelembapan dalam rumah adalah membuka pintu dan jendela. Tujuannya adalah membiarkan udara pagi hari masih cukup sejuk dan bersih masuk ke dalam dan membuang udara lama keluar.

  • Gunakan AC untuk membantu mengurangi kelembaban di dalam rumah

Opsi ini merupakan cara yang cukup mahal dan tidak efisien. AC menurunkan suhu ruangan dengan udara luar yang didinginkan gas freon dalam saluran pipa.

  • Keringkan baju di luar rumah

Hindari mengeringkan baju di dalam rumah, karena penguapan pada pakaian basah membuat ruangan menjadi lembab. Baju yang baru selesai dicuci akan melepaskan uap air, dan akan membuat udara lembab jika dibiarkan terperangkap dalam ruangan.

Dengan menerapkan cara-cara di atas, Anda dapat mengatasi rumah lembab saat musim hujan dan membuat rumah Anda menjadi lebih nyaman.