Skip to main content

Strategis.id

cicilan rumah

Cicilan Rumah: Cara Menghitung, Faktor Penentu, dan Tips KPR

Memiliki rumah merupakan impian banyak orang. Namun, tingginya harga properti membuat pembelian secara tunai tidak selalu menjadi pilihan yang realistis. Oleh karena itu, cicilan rumah melalui fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menjadi solusi yang banyak di manfaatkan masyarakat untuk memiliki hunian dengan pembayaran secara bertahap.

Meskipun terlihat sederhana, cicilan rumah sebenarnya di pengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari harga rumah, besarnya uang muka (down payment/DP), tenor pinjaman, hingga jenis suku bunga yang di terapkan oleh bank. Memahami cara kerja cicilan rumah sejak awal akan membantu Anda mengambil keputusan finansial yang lebih bijak dan menghindari risiko kesulitan membayar angsuran di kemudian hari.

Pada artikel ini, Anda akan mempelajari pengertian cicilan rumah, mekanisme kerjanya, faktor-faktor yang memengaruhi besarnya angsuran, cara menghitung cicilan, hingga berbagai tips sebelum mengajukan KPR.

Apa Itu Cicilan Rumah?

Cicilan rumah adalah pembayaran yang di lakukan secara berkala kepada bank atau lembaga pembiayaan atas pinjaman yang di gunakan untuk membeli rumah. Setiap bulan, debitur membayar angsuran yang umumnya terdiri dari pembayaran pokok pinjaman serta bunga sesuai ketentuan yang telah di sepakati pada saat akad kredit.

Penjelasan ini mengacu pada konsep Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang di jelaskan oleh Bank BTN, yaitu fasilitas pembiayaan yang memungkinkan masyarakat membeli rumah dengan sistem pembayaran secara bertahap dalam jangka waktu tertentu.

Dalam praktiknya, cicilan rumah identik dengan KPR. Namun, istilah cicilan rumah lebih merujuk pada pembayaran angsurannya, sedangkan KPR merupakan produk pembiayaan yang di sediakan oleh bank. Besarnya cicilan akan di sesuaikan dengan jumlah pinjaman, tenor, serta suku bunga yang berlaku.

Baca Juga: 7 Tips Properti Sebelum Membeli Rumah Pertama

Bagaimana Cara Kerja Cicilan Rumah?

Secara umum, mekanisme cicilan rumah di mulai ketika calon pembeli memilih rumah yang di inginkan, kemudian mengajukan pembiayaan kepada bank. Setelah pengajuan disetujui, bank akan membiayai sebagian besar harga rumah, sementara pembeli membayar uang muka sesuai ketentuan.

1. Pengajuan Kredit

Calon debitur mengajukan permohonan KPR dengan melengkapi dokumen seperti identitas diri, bukti penghasilan, NPWP, serta dokumen pendukung lainnya. Selanjutnya bank akan melakukan analisis terhadap kemampuan finansial dan riwayat kredit calon peminjam.

Tahapan ini merupakan prosedur umum yang diterapkan dalam proses pengajuan KPR di perbankan.

2. Pembayaran Uang Muka (DP)

Sebelum kredit dicairkan, pembeli diwajibkan membayar sejumlah uang muka kepada penjual atau pengembang. Semakin besar DP yang dibayarkan, maka semakin kecil nilai pinjaman yang harus dibiayai oleh bank.

3. Penetapan Tenor dan Suku Bunga

Setelah nilai pinjaman ditentukan, bank akan menetapkan jangka waktu pembayaran (tenor) beserta skema suku bunga yang digunakan, baik bunga tetap (fixed), bunga mengambang (floating), maupun kombinasi keduanya.

4. Pembayaran Angsuran Bulanan

Setiap bulan debitur membayar angsuran sesuai jadwal yang telah ditentukan. Angsuran tersebut terdiri atas pembayaran pokok pinjaman dan bunga hingga seluruh pinjaman dinyatakan lunas.

Apa Saja Faktor yang Memengaruhi Besar Cicilan Rumah?

Besarnya cicilan rumah tidak hanya ditentukan oleh harga rumah. Ada beberapa faktor lain yang turut memengaruhi nominal angsuran setiap bulan.

1. Harga Rumah

Semakin tinggi harga rumah yang dibeli, maka semakin besar pula nilai pinjaman yang dibutuhkan apabila menggunakan pembiayaan KPR.

2. Besar Uang Muka (DP)

DP yang lebih besar akan mengurangi jumlah pinjaman sehingga cicilan bulanan menjadi lebih ringan. Sebaliknya, DP yang kecil akan meningkatkan nilai kredit yang harus dicicil.

3. Tenor Pinjaman

Tenor yang panjang umumnya menghasilkan cicilan bulanan yang lebih kecil. Namun, total bunga yang dibayarkan selama masa kredit biasanya menjadi lebih besar dibandingkan tenor yang lebih pendek.

4. Suku Bunga

Perubahan suku bunga memiliki pengaruh langsung terhadap jumlah angsuran. Pada skema bunga mengambang (floating), cicilan dapat berubah mengikuti kondisi pasar.

5. Jenis Bunga

Beberapa bank menawarkan bunga tetap selama periode tertentu sebelum beralih ke bunga mengambang. Ada pula produk yang menggunakan bunga tetap sepanjang tenor tertentu.

6. Biaya Tambahan

Selain cicilan pokok dan bunga, terdapat biaya lain seperti biaya administrasi, provisi, appraisal, asuransi jiwa, asuransi kebakaran, hingga biaya notaris yang perlu diperhitungkan sejak awal.

Faktor-faktor tersebut merupakan komponen yang umum digunakan bank dalam menentukan pembiayaan KPR.

Bagaimana Menghitung Cicilan Rumah?

Secara sederhana, besarnya cicilan rumah di tentukan oleh tiga komponen utama, yaitu:

  • Nilai pinjaman
  • Suku bunga
  • Tenor pinjaman

Sebagai contoh, apabila Anda membeli rumah seharga Rp500 juta dengan DP 20%, maka nilai pinjaman yang di ajukan ke bank adalah Rp400 juta.

Misalnya bank menawarkan bunga sekitar 9% per tahun dengan tenor 20 tahun, maka estimasi cicilan bulanannya berada di kisaran Rp3,6 juta. Apabila tenor di perpanjang menjadi 25 tahun, cicilan bulanan dapat turun menjadi sekitar Rp3,3 juta, tetapi total bunga yang di bayarkan akan menjadi lebih besar.

Dalam praktiknya, setiap bank memiliki metode perhitungan yang berbeda tergantung jenis bunga yang di gunakan. Oleh karena itu, calon debitur sebaiknya menggunakan simulasi KPR resmi sebelum mengajukan pembiayaan.

Tips Sebelum Mengambil Cicilan Rumah

Mengambil cicilan rumah merupakan komitmen finansial jangka panjang. Karena itu, penting untuk melakukan berbagai persiapan sebelum mengajukan pembiayaan.

1. Sesuaikan Cicilan dengan Kemampuan Finansial

Pastikan angsuran bulanan masih berada dalam batas yang nyaman sehingga tidak mengganggu kebutuhan hidup maupun tabungan.

2. Siapkan Dana Darurat

Dana darurat dapat membantu Anda tetap membayar cicilan apabila terjadi kondisi yang tidak terduga, seperti kehilangan pekerjaan atau penurunan pendapatan.

3. Bandingkan Penawaran Beberapa Bank

Perhatikan suku bunga, tenor, biaya administrasi, hingga biaya pelunasan di percepat sebelum menentukan pilihan.

4. Pahami Seluruh Biaya Tambahan

Jangan hanya fokus pada cicilan bulanan. Hitung juga biaya notaris, asuransi, provisi, appraisal, serta pajak yang mungkin timbul selama proses pembelian rumah.

5. Jaga Riwayat Kredit Tetap Baik

Riwayat kredit yang baik akan meningkatkan peluang pengajuan KPR di setujui oleh bank.

[Sumber] Bank juga akan mempertimbangkan kemampuan membayar, riwayat kredit, serta kelengkapan dokumen sebelum menyetujui permohonan KPR.

Kesimpulan

Cicilan rumah merupakan solusi pembiayaan yang memungkinkan masyarakat memiliki rumah tanpa harus membayar secara tunai. Namun, sebelum mengajukan KPR, penting untuk memahami cara kerja cicilan, faktor-faktor yang memengaruhi besarnya angsuran, serta melakukan simulasi pembayaran sesuai kemampuan finansial.

Dengan perencanaan yang matang, memilih tenor yang tepat, serta memahami seluruh biaya yang terlibat, cicilan rumah dapat menjadi langkah yang lebih aman dalam mewujudkan kepemilikan hunian.

Sedang mencari rumah dengan cicilan yang sesuai kemampuan finansial? Jelajahi berbagai pilihan rumah dijual di Strategis.id dan temukan properti yang sesuai dengan kebutuhan, lokasi, dan anggaran Anda. Mulailah langkah pertama menuju rumah impian dengan informasi yang tepat dan pilihan properti terbaik.

Compare