Mending Kontrak atau Beli Rumah? Yang Mana Lebih Menguntungkan?

Memiliki rumah sendiri adalah impian banyak orang. Namun, membeli rumah membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu, banyak orang yang memilih untuk mengontrak rumah terlebih dahulu. Kontrak rumah merupakan perjanjian antara pemilik rumah dan penyewa untuk menggunakan rumah selama jangka waktu tertentu. Sedangkan, beli rumah adalah proses untuk mendapatkan hak milik atas suatu rumah secara permanen.

Jadi pilihan mana yang lebih menguntungkan, kontrak atau beli rumah? Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban yang pasti, karena tergantung pada kebutuhan dan kondisi keuangan masing-masing orang. Strategis.id akan memberikan beberapa faktor yang dapat dipertimbangkan untuk membantu Anda memilih tempat tinggal yang tepat.

Baca juga: Memilih Tempat Tinggal di Kos, Apartemen, atau Sewa Rumah?

 

1. Keuntungan apa saja yang didapat dari kontrak rumah?

Kontrak rumah menjadi pilihan yang lebih terjangkau bagi mereka yang belum memiliki dana cukup untuk membeli rumah. Di sisi lain, ada juga pekerja yang memiliki mobilitas tinggi karena pekerjaan atau alasan lain. Berikut adalah beberapa keuntungan dari kontrak rumah:

Baca juga: Apa Bedanya Kost dan Kontrakan Secara Umum? Yuk Simak Lebih Lanjut!

a. Biaya kontrak rumah lebih murah

Anda tidak perlu membayar DP yang besar dan hanya perlu membayar biaya sewa saja. Harga sewa biasanya lebih rendah daripada cicilan kredit rumah. Selain sewa, Anda juga tidak perlu membayar PBB yang biasanya dikenakan pada penghasilan pemilik rumah dari sewa kontrak. Menurut beberapa sumber, PBB merupakan ditanggung sepenuhnya pemilik rumah kontrakan. Tetapi, beberapa pemilik akan mengenakan PBB kepada penyewa, tergantung pada perjanjian di kontrak antara dua pihak.

Menurut simulasi data CNBC, terdapat perbedaan cukup signifikan antara cash flow pembeli rumah dengan penyewa kontrakan yang dilengkapi perabotan. Penyewa rumah masih dapat menyisihkan Rp 1,8 juta per bulan setelah membayar sewa dan kebutuhan pokok lainnya dalam 1 bulan. Sedangkan, cash flow pembeli rumah hanya tersisa Rp 600 ribu per bulan setelah dikurangi kredit KPR dan kebutuhan lainnya. Jadi, dapat disimpulkan bahwa penyewa kontrakan lebih mempunyai kebebasan finansial dan dapat menabung 3 kali lebih banyak dari pembeli rumah.

 

Tabel Simulasi Cash Flow – Source: Eits.. Sewa Rumah itu Lebih Aman dari Beli Rumah – CNBC

b. Biaya perawatan rumah tetap dan lebih murah

Anda tidak perlu pusing memikirkan perawatan atau renovasi rumah, karena itu tanggung jawab pemilik rumah. Biaya perawatan rumah biasanya disebutkan di kontrak dengan jumlah tetap dan sudah termasuk dalam harga sewa setiap bulan. Anda juga dapat menegosiasikan biaya perawatan dengan merawat rumah kontrakan sendiri untuk menghemat biaya perawatan. 

c. Lebih fleksibel, bisa pindah kapan saja

Anda dapat pindah ke tempat lain jika Anda tidak merasa nyaman atau ingin mencari rumah yang lebih baik. Kontrakan rumah tidak terikat dengan perjanjian kontrak yang lama dan biasanya hanya berlaku untuk 1 sampai 2 tahun. Anda juga tidak perlu khawatir tentang proses jual beli rumah yang rumit dan memakan waktu.

d. Tidak perlu khawatir harus membayar biaya sewa yang terus meningkat

Anda dapat menegosiasikan harga sewa dengan pemilik rumah sebelum menandatangani kontrak dengan perjanjian yang ada. Anda juga dapat meminta klausul untuk menekan kenaikan harga sewa setiap tahun dan biaya perawatan.

 

2. Apa saja kerugian mengontrak rumah?

Kontrak rumah juga memiliki beberapa kerugian yang harus Anda pertimbangkan. Berikut adalah beberapa kerugian dari kontrak rumah.

a. Tidak memiliki hak milik atas rumah

Penyewa kontrakan tidak memiliki hak penuh atas rumah yang Anda tempati dan harus mengikuti aturan yang sudah ditetapkan. Contohnya, Anda tidak dapat mengubah atau memodifikasi rumah, karena dinilai dapat merusak nilai rumah. Selain itu, Anda tidak dapat menyewakan kontrakan kepada orang lain karena Anda bukan pemilik dari properti. Anda dapat didepak secara sepihak jika didapati melakukan beberapa pelanggaran seperti contoh sebelumnya. Di sisi lain pemilik rumah tidak bisa didepak dengan mudah karena memiliki hak tempat tinggal permanen.

b. Harus mengikuti aturan yang ditetapkan oleh pemilik rumah

Sebagai penyewa, Anda harus mematuhi peraturan kontrakan yang lebih banyak dan kaku. Contohnya, seperti tidak merenovasi rumah tanpa persetujuan pemilik rumah, tidak membuat keributan, dan tidak memelihara hewan peliharaan. Jika Anda melanggar aturan atau perjanjian, maka Anda akan mendapat denda, pemutusan kontrak, atau pengusiran.

 

3. Apa saja keuntungan membeli rumah?

Beli rumah adalah pilihan yang lebih ideal bagi mereka yang sudah memiliki dana yang cukup, atau yang ingin menetap di suatu tempat dalam jangka waktu lama. Berikut adalah beberapa keuntungan dari membeli rumah. 

a. Memiliki hak milik atas rumah

Pembeli memiliki hak penuh atas rumah yang dibeli, sehingga dia dapat mengatur, mengubah, atau memperbaiki rumah sesuai dengan keinginan atau kebutuhannya. Sebagai pemilik rumah tetap perlu mengikuti aturan yang ditentukan perumahan dan kepala RT. Anda juga dapat menjadikan rumah sebagai aset atau investasi jangka panjang, karena Anda dapat menjual, menyewakan, atau menggadaikan rumah tersebut.

b. Tidak perlu khawatir harus pindah

Anda memiliki kepastian atau jaminan untuk tinggal di rumah tersebut secara permanen, karena durasi tinggal di rumah tidak tergantung pada keputusan atau kondisi pemilik rumah. Pemilik rumah tidak perlu repot mencari rumah baru, atau mengurus proses pindah yang merepotkan. Anda juga dapat menikmati kenyamanan dan keamanan rumah, serta membangun hubungan dengan lingkungan sekitar.

c. Bisa direnovasi sesuai keinginan

Pemilik rumah dapat menyesuaikan rumah dengan keinginan atau kebutuhan Anda, seperti menambah ruangan, mengganti warna cat, mengubah desain interior, dan lain-lain. Anda tidak perlu meminta izin atau membayar biaya tambahan kepada siapa pun, karena Anda adalah pemilik rumah. Anda juga dapat meningkatkan nilai atau kualitas rumah Anda dengan melakukan renovasi.

d. Memiliki nilai investasi yang cenderung meningkat

Anda dapat menjadikan rumah sebagai sumber pendapatan atau keuntungan, karena harga rumah dan tanah cenderung meningkat seiring dengan waktu. Anda dapat menjual rumah dengan harga yang lebih tinggi daripada harga beli, atau menyewakan rumah kepada orang lain. Tetapi perlu diingat bahwa nilai property naik secara perlahan dalam waktu yang lama dan sifatnya tidak liquid. Jadi aset rumah tidak dapat dijadikan sumber dana darurat dan nilainya akan jatuh jika dijadikan jaminan untuk utang. 

e. Bunga KPR rendah dan subsidi dari developer

Menurut Kompas, bunga KPR lebih rendah dan terjangkau dibandingkan 20 tahun yang lalu. Contohnya, rata-rata suku bunga KPR di bank hanya sekitar 5 sampai 6 persen dengan fixed rate 3 tahun. Kemudian, beberapa developer juga akan memberikan subsidi atau promosi PO rumah. Keringanan dari bunga rendah dan subsidi tentunya meringankan cicilan rumah sebagai investasi aset jangka Panjang. 

 

4. Kerugian apa yang didapat dari membeli sebuah rumah?

Beli rumah juga memiliki beberapa kerugian yang harus Anda pertimbangkan. Berikut adalah beberapa kerugian dari membeli rumah. 

a. Biaya cicilan rumah lebih mahal

Menurut Cermati, kemampuan harga rumah yang ideal sama dengan 5 tahun penghasilan rata rata. Contohnya, penghasilan Rp 7 juta per bulan dikali 60 bulan sama dengan Rp 420 juta harga rumah yang setara dengan 5 tahun gaji. Jadi Anda mampu membeli rumah dengan harga Rp 400 jutaan. Setelah itu, Anda harus mengeluarkan DP sebesar 10 persen dari nilai rumah untuk kredit pemilikan rumah. Tetapi DP rumah juga dapat dicicil 2 sampai 3 kali cicilan tergantung pada kebijakan bank atau developer. Kemudian, Anda juga harus membayar pajak, biaya administrasi, atau bunga bank. 

Jadi, Anda harus memilih bank yang dapat memberikan rate bunga KPR yang kompetitif dan subsidi pembelian rumah dari developer terpercaya. Sehingga, biaya tidak membengkak dari rencana pengeluaran yang ditentukan.

b. Harus mengeluarkan biaya untuk perawatan rumah

Anda harus menanggung biaya perawatan atau renovasi rumah, seperti memperbaiki masalah yang terjadi pada rumah. Contohnya, perawatan tembok, furniture, dan perbaikan alat alat rumah tangga. Anda juga harus membayar biaya listrik, air, telepon, internet, dan lain-lain untuk rumah Anda.

c. Tidak bisa pindah dengan mudah

Pemilih rumah pun memiliki keterbatasan untuk pindah ke tempat lain, karena Anda harus menyelesaikan proses jual beli rumah yang cukup memakan waktu. Kemudian, Anda perlu mencari pembeli atau penyewa yang bersedia membayar harga yang sesuai dengan nilai rumah Anda. Setelah itu, Anda juga harus mengurus berbagai dokumen dan perizinan untuk jual beli rumah.

 

Jadi, Mending Beli Rumah atau Kontrak Rumah?

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa tidak ada pilihan terbaik antara kontrak atau beli rumah, karena keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Yang terpenting adalah menyesuaikan pilihan Anda dengan kondisi finansial dan lifestyle Anda.

Jika Anda belum memiliki dana yang cukup dan memiliki mobilitas tinggi, maka kontrak rumah lebih cocok untuk Anda. Namun, jika Anda memiliki dana yang cukup atau ingin menetap dalam jangka waktu yang lama, maka beli rumah mungkin lebih menguntungkan. Apapun pilihannya, pastikan Anda mempertimbangkan semua aspek yang terkait, baik dari segi biaya, manfaat, risiko, dan durasi tinggal. Sekian dari Strategis.id, jika masih mempunyai pertanyaan lebih lanjut, mari tanya admin Strategis.id di sini! Selain itu, Strategis.id mempunyai beberapa rumah untuk dibeli dan tempat untuk disewa.