Pembangunan Rumah dengan Konsep Rumah Hijau. Apa Saja Manfaat dan Kekurangannya?

Rumah hijau atau rumah ramah lingkungan merupakan konsep perumahan yang dirancang untuk mengurangi dampak buruk pada lingkungan dan kesehatan penghuni. Selain itu rumah hijau dibuat tanpa mengorbankan nilai estetika dari rumah yang ditinggali.

Konsep rumah ini menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan, menggunakan energi secara efisien, dan memiliki kebun dengan tanaman hias. Lalu seperti apa pembangunan rumah dengan konsep rumah hijau? Dan apa saja manfaat dan kekurangannya? Yuk, mari simak ulasannya di bawah ini.

Apa saja ciri-ciri pembangunan dengan konsep rumah hijau?

1. Menggunakan energi terbarukan dengan PLTS

Rumah hijau menggantikan sumber daya listrik untuk beberapa elektronik pembangkit Listrik tenaga surya pada umumnya. PLTS dapat digunakan untuk mengisi daya smartphone, menyalakan lampu, atau elektronik dapur di rumah. Sehingga penggunaan daya listrik PLN dan tagihan listrik berkurang. Menurut Sucofindo, rumah hijau yang dipasangi panel surya dapat menghemat biaya listrik hingga 10 persen per harinya.

2. Desain rumah yang dapat menghemat listrik

Rumah hijau didesain dengan akses ventilasi udara yang baik, sinar matahari, dan udara sejuk untuk setiap ruangan. Contohnya, jendela kawat nyamuk membiarkan udara baru masuk dan serangga di luar dengan lubang yang kecil. Sinar matahari juga dapat tembus lewat lubang lawat nyamuk dan tetap awet sampai belasan tahun. Selain itu, Anda tidak perlu bergantung pada AC atau pendingin ruangan lainnya yang membuat tagihan listrik bengkak saat cuaca panas.

3. Bahan material bangunan yang ramah lingkungan

Sebagian dari rumah hijau dibangun menggunakan bahan material alami seperti kayu bambu, kayu bekas, atau bahkan limbah plastik. Material alami dapat membuat rumah terasa lebih sejuk dan menghemat biaya material bangunan. Namun, material bangunan rumah tidak dapat sepenuhnya digantikan dengan bahan alami karena kayu atau plastik yang mudah terbakar. Sehingga pondasi dengan bahan alami perlu dilapisi dengan semen.

Di sisi lain, material bangunan yang berkualitas juga bisa bermanfaat untuk lingkungan. Material bangunan yang berkualitas membuat bangunan lebih awet dan membutuhkan lebih sedikit perawatan. Sehingga biaya yang dikeluarkan lebih sedikit dalam jangka panjang dan lebih sedikit bahan material. Tetapi, Anda perlu biaya lebih untuk bahan material bangunan yang berkualitas di awal.

4. Pengelolaan air yang efisien

Anda dapat menghemat air dengan mengumpulkan air hujan dengan ember atau talang air yang ditaruh di luar rumah. Kemudian, Anda perlu mengolah air hujan tersebut dengan alat water filter alami atau alami. Karena air hujan mengandung kimia, kotoran, bakteri, virus, atau asam dari endapan air atau tercampur dengan tanah. Selain itu, Anda dapat menggunakan jet shower untuk menyemprot air dengan lebih cepat dan bersih.

5. Menanam tanaman hias di rumah

Konsep rumah hijau tidak akan lengkap dengan tanaman hijau seperti tanaman hias. Tanaman hias dapat mengubah udara karbondioksida menjadi oksigen yang bermanfaat bagi pernapasan, termasuk mengurangi kelembapan udara. Beberapa varian tanaman hias memiliki ketahanan yang intens tanpa sinar matahari dan air untuk waktu yang lama. Tanaman tersebut juga dapat tumbuh dimana saja sehingga cocok untuk semua kalangan, khususnya pemula.

Anda tidak perlu melakukan semua yang disebutkan di atas atau merenovasi rumah untuk membangun konsep rumah hijau. Anda dapat memulai dengan mematikan listrik di pagi hari untuk mendapat udara sejuk dan memakai air secukupnya dengan jet shower. Kemudian, Anda mendaur ulang kertas untuk coretan, plastik untuk tempat sampah, atau menanam tanaman hias. Lalu, Anda dapat lanjut ke tahap selanjutnya yang lebih rumit seperti membuat PLTS, menyaring air hujan. Karena tujuan utama dari rumah hijau selain ramah lingkungan adalah kesejahteraan penghuni rumah. Oleh sebab itu, konsep ini tidak akan bermanfaat bagi Anda jika menjalaninya merepotkan penghuni.

Apa Saja Manfaat Dari Pembangunan Rumah Hijau?

  • Meningkatkan kualitas udara

Sirkulasi udara yang baik membiarkan udara baru dengan oksigen masuk dan membuang udara lama dari dalam rumah. Sehingga, mengurangi kelembaban udara, meningkatkan kualitas udara, dan udara ruangan terasa lebih sejuk dan tidak terlalu kering.

Selain itu, udara baru yang lebih sehat juga dapat mengurangi gejala penyakit pernapasan seperti asma atau alergi. Anda cukup membuka pintu jika tidak memiliki kawat nyamuk untuk jendela rumah atau tanaman hias.

  • Menghemat biaya operasional rumah

    Penggunaan pendingin ruangan membuat Anda membayar biaya listrik yang tidak murah. Khususnya saat cuaca panas lembab saat ini, Anda akan menggunakan pendingin lebih lama dan bayar lebih mahal. Maka dari itu, desain rumah hijau dapat mengurangi biaya listrik dengan sirkulasi udara dan cakupan matahari, tanaman hias, dan panel surya. Selain pendingin ruangan, Anda dapat mematikan lampu dan alat elektronik yang tidak digunakan untuk menghemat tagihan listrik.

Anda juga dapat menghemat biaya perawatan rumah dengan material bangunan yang berkualitas dan tahan lama. Sehingga, Anda dapat mengurangi material bangunan yang dipakai dan bahan bahar yang digunakan untuk membelinya.

  • Meningkatkan kualitas hidup

Konsep rumah hijau dapat membantu meningkatkan kualitas hidup Anda dengan cara sebagai berikut:

    • Meningkatkan kesehatan 
      Pembangunan dengan konsep rumah hijau memungkinkan sinar matahari yang cukup masuk. Sinar matahari yang cukup dapat memberi asupan vitamin D untuk kulit dan tulang Anda setiap harinya. Selain itu, udara sejuk dengan oksigen yang cukup membantu menjaga kesehatan anda, khususnya bagi yang punya alergi atau gangguan pernapasan.
    • Meningkatkan produktivitas dan kenyamanan 
      Desain rumah hijau dapat meningkatkan kenyamanan dengan udara yang sejuk, tidak terlalu lembab, dan pencahayaan yang cukup. Sehingga, produktivitas penghuni rumah khususnya pekerja work from home (WFH) tetap terjaga untuk waktu yang lama.

Kekurangan Apa yang Didapat dari Pembangunan Rumah Hijau?

  • Biaya yang lebih tinggi

    Biaya Pembangunan rumah hijau lebih mahal dari rumah konvensional. Hal ini dikarenakan jasa konsultasi dengan tenaga ahli, material yang ramah lingkungan, teknologi yang efisien, dan pemasangan alat.

Di sisi lain, jika pembangunan rumah hijau dilakukan tidak benar, maka Anda akan membayar lebih mahal. Contohnya, rumah hijau dengan kaca yang besar akan mendapatkan cahaya matahari yang lebih banyak. Namun, intensitas sinar matahari akan lebih tinggi jika berhadapan langsung dengan arah matahari. Sehingga, suhu ruangan lebih tinggi dan membuat pendingin ruangan bekerja lebih keras dan lama. Oleh sebab itu, tagihan listrik akan meningkat.

  • Kurang ketersediaan tenaga ahli

    Walaupun konsep rumah atau bangunan hijau mulai digemborkan, masih sedikit tenaga ahli yang benar-benar mengerti konsep tersebut. Hal ini akan menyulitkan dalam perencanaan untuk pembangunan rumah hijau karena tidak menemukan ahli yang tepat. Tenaga ahli tersebut meliputi arsitek, kontraktor, dan desainer interior yang memiliki pengetahuan tentang konsep rumah hijau.

 

Pembangunan konsep rumah hijau memiliki banyak manfaat seperti melestarikan lingkungan, menghemat biaya operasional, dan kesehatan penghuni rumah. Namun, rumah hijau juga memiliki kekurangan jika dilakukan tidak benar akan membuat Anda membayar mahal. Demikian ulasan dari Strategis.id tentang konsep rumah hijau.